Apa Itu Menulis dan Bagaimana Menghasilkan Tulisan yang Baik

Menulis merupakan salah satu proses memindahkan apa yang ada dalam pikiran kita (ide) ke dalam bentuk tulisan sehingga ide atau gagasan kita bisa dibaca, dipahami dan diterima oleh orang lain. Proses lainnya untuk membuat ide kita agar dipahami dan diterima orang lain adalah lewat mengutarakan secara langsung (lewat omongan). Kedua bentuk menyampaikan pemikiran kita kepada orang lain ini menuntut kita untuk membiasakan diri. Artinya mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran kita tentang suatu hal membutuhkan kebiasaan, tidak semua orang mau dan mampu untuk menyampaikan pendapatnya tentang suatu hal, sehingga ini memerlukan sebuah pembiasaan.

Pada tulisan kali ini, saya akan lebih banyak membahas tentang menyampaikan pemikiran kita kepada orang lain lewat media tulisan. Berbeda dengan menyampaikan pendapat secara lisan lewat omongan, menyampaikan pendapat lewat tulisan cenderung lebih sulit. Dengan penyampaian secara lisan, spotanitas menjadi bumbu utama. Sedang lewat tulisan, akan cenderung lebih ter struktur dan rapi. Meski untuk mencapai sebuah tulisan yang terstruktur dan rapi juga membutuhkan latihan dan membiasakan diri.

Karena bentuk tulisan yang ter struktur dan rapi, penulis, kita yang menyampaikan pendapat kita bisa langsung melakukan koreksi apabila terdapat kekurangan dan kesalahan. Ini memungkinkan tulisan kita menjadi jauh lebih baik dibanding menyampaikan pendapat lewat lisan.

Di sisi lain, karena menerjemahkan pemikiran dengan tulisan membutuhkan waktu, maka sisi negatif dari sebuah tulisan adalah kadang kehilangan sisi spotanitas. Tidak jarang apa yang kita ulas dalam tulisan kita sudah bukan lagi barang baru, sudah banyak orang yang memberikan ulasan dan tanggapan akan suatu hal tertentu.

Meski demikian, bagi mereka yang sudah terbiasa menulis, memunculkan sebuah gagasan dan ide serta tanggapan suatu hal yang masih hangat dan fresh bukanlah sebuah perkara sulit. Maka kembali lagi, menulis adalah sebuah hal yang perlu pembiasaan. Kemampuan seseorang dalam menerjemahkan ide dan gagasannya dalam bentuk tulisan akan terasah seiring semakin seringnya menulis.

Tulisan Menujukan Siapa Kita

Selain penyampain pendapat, sebuah tulisan juga bisa menjadi gambaran tentang siapa kita. Artinya, bagaimana kita mengomentari suatu hal lewat tulisan yang kemudian dibaca orang lain adalah pengungkapan diri dan pikiran kita kepada orang lain. Apakah kita setuju akan hal tersebut atau sebaliknya kita tidak suka dan tidak setuju pada hal tertentu bisa dilihat dari tulisan kita .

Tingkat atau pemahaman kita tentang suatu hal juga bisa ditujukan lewat suatu hal. Misal kita menulis tentang obyek a, seberapa jauh mampu mengupas tentang obyek a tersebut, seberapa detail kita menyajikan kepada pembaca tentang obyek tersebut merupakan sebuah gambaran nyata seberapa jauh memahami tentang obyek a.

Ketidak pahaman akan sebuah tema atau sebuah obyek namun tetap memaksakan tulisan tersebut tersaji, justru akan menjadi boomerang bagi penulis. Pembaca dapat dengan mudah menangkap bahwa sesungguhnya penulis tidak menguasai apa yang ditulisnya. Jelas ini akan menyebabkan orang atau pembaca adalah orang yang kurang cakap.

Dengan kata lain, jangan pernah menulis apa yang sebenarnya tidak kita mengerti. Atau jika ingin menulis tentang sebuah hal, dipelajari terlebih dahulu hal tersebut. Semakin banyak literasi yang dimiliki oleh penulis akan menghasilkan tulisan yang semakin berbobot, berkualitas dan tentunya tajam.

Apabila ditarik dalam hal kekinian, maka jangan atau hindari berkomentar atau menyajikan sebuah tulisan yang memang tidak benar kita ketahui. Memperbanyak literasi (bahan bacan) adalah hal pertama yang perlu kita lakukan apabila ingin eksis dalam era digital seperti sekarang dimana segala sesuatu bisa dengan mudah dikomentari orang lain. Bukan lagi mulutmu harimaumu, tetapi jempolmu (tulisanmu) harimaumu.

Langkah Mudah dan Tepat Untuk Sukses Investasi Reksadana Bagi Pemula

Setelah pada tulisan sebelumnya kita memahami apa itu reksadana, dan anda tertarik untuk berinvestasi direksadana, sekarang adalah bagaimana cara untuk membeli reksadana. Untuk membeli reksadana saat ini sangat mudah. Selain mendatangi langsung Manajer Investasi, diera digital seperti sekarang telah tersedia banyak portal atau situs yang menyediakan fasiltitas jual beli rekadana. Portal ini bisa dari manajer investasi langsung atau dari agen penjual reksadana. Langsung kunjungi saja portal penyedia jasa jual beli reksadana.  Dan jangan kaget ada banyak produk rekadana yang ditawarkan disana. Ambil contoh saja reksadana pasar uang, disana ternyata ada berbagai macam jenis produk yang bisa dipilih.

pasar-uang

Lalu produk mana yang sebaiknya kita ambil. Apa yang membedakan masing masing produk tersebut. Sama seperti ketika kita membeli suatu barang, ada baiknya memperhatikan beberapa hal ebelum akhirnya memutuskan membeli suatu barang dan dibawa pulang. Berikut beberapa langkah langkah yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan membeli sebuah produk reksadana.

  1. Tentukan Maksud dan Tujuan Membeli Reksadana

Langkah utama dan pertama yang perlu kita lakukan ebelum memulai investasi adalah menanyakan pada diri kita sendiri tentang maksud dan tujuan kita berinvestasi. Berapa banyak dana yang akan kita investasikan, seberapa lama invetasi terebut akan kita ambil, dan berapa kurang lebih keuntungan yang diharapkan.

Dengan menjawab pertanyaan ini kita bisa mempersempit jenis reksadana yang bisa kita pilih. Misalnya ingin melakukan investasi jangka panjang maka sebaiknya memilih reksadana saham, atau bila ingin melakukan investasi jangka pendek maka memilih reksadana pasar uang.

Pada point ini juga kita sudah harus selesai tentang berapa dana yang akan kita investasikan. seSalah satu kemudahan dalam reksadana adalah pembelian atau pembukaan rekening awal tidak membutuhkan dana yang besar, banyak produk reksadana yang minimal pembelian awalnya hanya Rp. 100.000,- .  Dengan dana awal yang relatif kecil, kita bisa terus menambah terus nilai investasi kita secara periodik.

  1. Cermati dan Pahami Produknya

Setelah memutuskan jenis reksadana apa yang akan dibeli, maka langkah selajutnya adalah memilih produk reksadana yang akan kita beli. Untuk memilih dari sekian banyak produk yang tersedia sebaiknya kita mencermati dan memahami ecara benar benar akan produk yang hendak kita beli.  Untuk melakukan pencermatan dari tiap produk yang akan kita ambil kita bisa melakukan  pemahaman akan sebuah produk dari dua hal utama, yaitu,

  • Profil Manajer Investasi

Manajer Investasi merupakan pihak yang akan kita mengelola uang yang kita setorkan. Satu Manajer Investasi biasanya mengelola lebih dari satu jenis produk reksadana. Pada bagian ini sebarnya tidak ada parameter yang pasti untuk menilai keunggulan dari manajer investasi dibanding manajer investasi lainnya. Meskipun demikian ada beberapa hal yang perlu kita cermati yang kemudian bisa dijadikan pertimbangan dalam memilih manajer investasi

Pertama, adalah sudah berapa lama manajer investasi ini berdiri. Artinya ketika manajer investasi ini sudah lama berdiiri ecara tidak langsung mereka sudah berpengalam dalam melakukan analisa dan prediksi kondisi ekonomi. Ini akan mempengaruhi nilai return atau keuntungan yang kita peroleh dari dana yang kita investasikan.

Kedua, adalah mengenai besar dana yang sudah ditampung dan dikelola. Semakin besar dana yang ditampung dan dikelola secara tidak langsung mengindikasikan tingkat kepercayan masyarakat kepada manajer investasi yang bersangkutan.

Meski dua hal diata tidak bisa dijadikan patokan utama, namun setidaknya dengan melihat dua hal tersebut bisa menjadikan bahan pertimbangan sebelum memutuskan memilih manajer investasi.

Hal yang tidak kalah pentingnya dan bisa dijadikan pertimbangan adalah biaya admin yang diikenakan aat kita membeli atau menjual sebuah produk reksadana. Ada beberapa menajer investasi yang mengenakan biaya admin ada juga yang bebas biaya admin.

  • Profil Dari Produk Reksadana

Setelah memutuskan manajer investasi mana yang akan kita mabil, langkah selajutnya yang perlu kita lakukan adalah memilah milah produk mana yang akan kita beli, yang akan menjadi tempat investasi dana kita. Satu manajer investasi bisa memliki lebih dari satu produk jenis reksadana. Jadi meski sudah memutuskan manajer investasinya, kita juga tak bisa asal begitu saja memilih produknya.

Untuk mengetehaui tentang profil suatu produk reksdana kita bisa melihat dari prospectus. Propectus secara sederhana daat diartikan sebagai ebuah dokumen tentang profil dari produk tersebut. Semua yang kita kethaui tentang produk reksadana ada disana.

Untitled

Contoh fund factheet dari alah satu produk reksadana

Hal yang mudah kita lihat begitu melihat profil dari sebuah produk reksadana adalah return, grafik nilai reksadana per unitnya (biasa disebut nab). Dari returm tersebut kita bisa mengira ngira berapa keuntungan yang kita peroleh dari total dana yang kita belikan produk tersebut selama periode funtertentu.

Namun yang perlu diingat, nilai return tersebut adalah angka masa lalu. Artinya kenaikan niai yang ada adalah kenaikan yang sudah terjadi. Namun setidaknya dengan melihat nili return yang sudah ada kita bisa mengira ngira seberapa mampu produk reksadana yag kita pilih mampu mengelola untuk kemudian memberi keuntungan kepada kita elaku investor.

Bila profil dari produk reksadana dapat kita lihat dalam propectu, maka untuk melihat nilai return sekaligus performa dari sebuah produk kita bia melihtanya di fund factheet.

  1. Evaluasi

Memutuskan manajer investasi sudah, memilih produknya sudah maka kita bisa melakukan eksekusi atau pembelian. Setelah melakukan pembelian, sebaiknya kita juga tidak lepas tangan begitu saja, namun harus selalu dievaluasi atau dipantau perkembangannya. Tidak harus setiap hari, namun secara periodik saja, misal satu minggu sekali atau atu bulan sekali.

salah satu kunci sukses dari investasi di reksadana adalah dengan tidak memusatkan dana yang kita miliki hanya kepada satu jenis dan satu produk reksadana saja. Namun dengan memilih beberapa jenis dan produk reksadana.

  1. Komitmen dan Kedisplinan

Point terkahir yang perlu diperhatikan dalam melakukan investasi reksadana adalah tentang kedisiplinan dan komitmen kita. Misalnya kita sudah komitmen (pada diri sendiri) bahwa kita akan melakkan investasi di reksadana dalam jangka waktu satu tahun ya sebisa mungkin dipenuhi. Juga adalah tentang kedisiplinan kita. Kita diawalpun  juga sudah komit ada diri senddiri bahwa setiap periode tertenu, misal satu bulan sekali, akan melakukan, penambahan nilai investasi dengan besaran tertentu maka kita juga harus disiplin memenuhinya.

Demikian sedikit tulisan ini yang bisa saya sajikan. Masih banyak kekurangan dalam tulisan ini. Semoga lewat tulisan ini kita semua bisa lebih memahami reksadana. Karena sesungguhnya penulipun sedang dalam proses belajar tentang reksadana.

Salam sukses selalu untuk kita semua

 

Cara Mudah Belajar dan Memahami Reksadana

Rajin Menabung pangkal kaya. Sebuah pepatah lama yang hampir semua orang mengetahui dan memahinya. Mengacu pada pepatah tersebut menjadi hal yang lumrah kita temui disekitar kita banyak orang tua yang mengajarkan anak anak mereka untuk rajin menyiihkan uang saku mereka untuk dimasukan dalam celengan. Nah,  bagi yang sudah dewasa dan memiliki pendapatan sendiri apakah masih layak untuk tetap menabung di celengan. Sebenarnya masih sangat layak dan sah sah saja menabung di celengan, namun nilai yang ada di celengan tersebut tidak akan mengalami pertambahan sedangkan di sisi lain kebutuhan akan hidup semakin meningkat. Hal ini menjadikan menabung di celengan bukanlah sebuah pilihan terbaik.

“dengan demikian telah terjadi sedikit pergeseran, dari yang semula rajin menabung pangkal kaya menjadi rajin berinvestasi pangkal kaya”

Lalu dimana bisa menabung yang peningkatan nilainya seimbang atau setidaknya tidak terpaut jauh dengan laju pertumbuhan pemenehunan kebutuhan terus meningkat. Maka dalam  hal ini, terjadi sedikit pergeseran makna menabung, bukan lagi hanya menyimpan uang untuk kemduain suatu hari diambil lagi (dengan nilai yang sama saat meyimpan), namun menjadi menyimpan uang kita pada suatu tempat (instrumen) untuk suatu hari nanti kita ambil lagi yang n ilainya mengalami pertambahan dibading saat pertama kali menyimpan uang a. Hal semacam ini lebih dikenal sebagai investasi.

Lalu dimana dan apa saja bentuk investasi yang bisa memberikan keuntungan. Sebenarnya terdapat banyak media investasi yang bisa dipilih.  Salah satu media invetasi yang cukup bisa memberikan keuntungan kepada kita adalah reksadana.

Reksa dana adalah wadah untuk menghimpun dana dari para investor yang dikelola oleh manajer investasi pada portofolio (kumpulan) efek di pasar modal dan pasar uang. Portofolio efek ini dapat berupa deposito, saham, dan surat utang. Dengan kata lain nabung di reksadana berarti kita mempercayakan uang yang kita miliki untuk ditempatkan di pasar saham atau pasar uang tergantung jenis reksadana yang kita pilih.

MEKANISME-REKSADA1

 

Untuk kemana uang yang ditempatkan nasabah disalurkan oleh manajer investasi tergantung dari jenis reksadana yang kita pilih.  Jenis jenis reksadana ini dapat dilihat dari kemana dana yang terkumpul di salurkan atau diinvetasikan. Dan dimana dana ditempatkan juga merupakan acuan besaran keuntungan yang diperoleh. Untuk lebih jelasnya pencabaran berikut mungkin bisa sedikit membantu

  1. Reksadana Pasar Uang

Merupakan jenis reksdana yang oleh manajer  investasinya dana nasabah ditempatkan  pada pasar uang. Jenis reksadana ini cocok dipilih bagi mereka yang menginnginkan jenis investasi jangka pendek. Secara resikopun , jenis reksadana ini memiliki tingkat resiko yang paling rendah.  Dikarenkan tingkat resiko yang kecil, maka besaran nilai tambah yang dapat diperoleh dari jenis reksadana ini merupakan yang paling kecil dibanding jenis reksadana lainnya. Nilai tambah dari jenis reksadana ini berkisar antara 5% sampai 6%.

  1. Reksadana Pedapatan Tetap

Jika pada reksadana pasar uang menajer investasi menempatkan modal atau dana nasabah kepasar uang maka pada reksadana pendapatan tetap, sebagian dana yang terkumpul disalurkan pada efek utang atau obligasi. Sebagian kecil lainnya ditempatkan pada pasar saham atau pasar uang. Jenis reksadana ini cocok bagi mereka yeng menginginkan investasi dengan jangka waktu kurang lebih 3 tahun. Tingkat resiko yang dimiliki jenis reksadana ini sedikit lebih tinggi dibanding reksadana pasar uang, namun dengan pertambahan nilai keuntungan yang sedikit lebih besar. Tingkat keuntungan dari jenis reksadana ini berkisar antara 65 sampai 8%.

  1. Reksadana Campuran

Apabila nasabah menginginkan invesatsi dengan jangka yang lebih lama dari tiga tahun namun kurang dari lima tahun , maka sebaiknya memilih reksadana campuran. Pada jeni reksdana dana ini manajer investasi akan menyalurkan dana yang terkumpul ke berbagai macam instrumen pasar modal, baik itu pasar uang, obligasi, efek utang maupun saham. Dengan resiko yang lebh tinggi dibanding dua jenis reksadana sebelumnya, maka pertambahan nilai yang didapatkan juag seidkit lebih besar, sekitar 12%.

  1. Reksadana Saham

Merupakan jenis reksadana yang sebagian besar (sekitar 80%) dana yang terkumpul ditempatkan pada intrumen saham. Memiliki tingkat resiko yang tinggi dibanding jenis reksadana sebelumnya karena faktor fluktuasi harga saham yang cukup tinggi, namun diisi lain jenis reksadana ini memiliki tingkat pertambahan nilai yang cukup besar yakni sekitar 15%. Jenis reksadana ini disarankan bagi mereka yang ingin melakukan investasi diatas lima tahun.

Setelah memahami apa itu reksadana dan jenisnya, yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah bagiaman memilih reksadana yang akan kita jadikan tempat berinvestasi. Sebelum jauh kepada bagaimana memilih reksadana, ada baiknya kita memahami dulu, bahwa dalam dunia rekadana, ketika kita memilih suatu produk reksadana, misal kita memilih menempatkan dana kta ke rekadana pasar uang maju makmur, maka kita disebut membeli reksadana.  Dan sebaliknya ketika kita mencairkan dana kita, maka aktiitas tersebut disebut menjual reksadana.

Aktivitas jual beli ini bisa dilakukan setiap saat dan prosesnya cukup mudah dan cepat. Hal inilah yang membedakan dengan deposito. Sebagai salah satu produk perbankan, deposito memang merupakan salah satu jenis produk perbankan yang memberikan imbal jasa keutungan lebih tinggi dibanding buang bank biasa. Namun deposito juga memiliki batas minimal (biasanya sepuluh juta), dan batas waktu tertentu.  Kita tidak bisa mengambil dana yang kita tempatkan di deposito sebelum waktu yang nasabah dan pihak bank sepakati saat membuka rekening deposito.

Sebaliknya, reksadana memberikan kemudahan dalam hal jumlah minimal yang bisa diinvestasikan serta waktu pencariannya bisa kapapun dengan proses yang cepat. Lalu produk reksadana apa yang harus kita pilih. Hal hal apa saja yang perlu kita ketahaui sebelum membeli reksadana. Tentang bagaimana sukses di reksadana bisa klik pada tulisan ini.